
|
|
Arca DwarapalaDi sebelah barat candi Singhasari (kurang lebih 100 Meter) terdapat dua arca besar yang mempunyai tinggi 3,7 Meter yang disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indah dan luas pada zaman kerajaan Singhasari, yang mungkin mencakup Sumberawan. Yang berada disebelah selatan pada tahun 1980 pernah dinaikkan dari benamannya yang setinggi dadanya.
|
Candi Kidalterletak sekitar 7 Km dari Kecamatan Tumpang tepatnya di Desa Kidal, adalah merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singhasari (1227 - 1248) yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa. Candi ini menghadap Barat mempunyai tinggi 12,5 meter diperkirakan selesai pembangunannya sekitar tahun 1260. |
Karena bangunan Stupa Sumberawan ini bentuknya menyerupai genta, maka salahlah kalau disebut candi. Menurut Empu Prapanca, stupa ini pernah dikunjungi raja Hayam Wuruk pada tahun 1359, karena disekitarnya pun terdapat banyak kolam teratai dan terkenal dengan nama Kasuranggahan yang berarti Taman Bidadari. Inilah mungkin sekali Sumberawan, karena letaknya yang ditengah hutan kecil, di lereng gunung Arjuno, dikelilingi kolam dan nampak indah sekali. Stupa, yang tingginya 2,23 Meter ini terletak kira-kira 8 Km jauhnya dari Singosari atau tepatnya di Desa Toyomarto. |
||
![]() |
![]() |
![]() |
Pemandian WatugedeDi Kecamatan Singosari memang banyak sekali peninggalan- peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari/Singhasari. Salah satu diantaranya adalah Pemandian Watu Gede. Konon kabarnya tempat ini adalah pemandian bagi raja-raja Singhasari. Yang cukup menarik dari pemandian ini yaitu sumber airnya yang tersebar disisi pemandian dengan debit air yang cukup tinggi. Letaknya lebih kurang 10 km dari pusat kota Malang (dekat dengan Stasiun Kereta Api Singosari ± 100 m) |
![]() |
![]() ![]() |
Pesarean Gunung Kawi
|
| Kabupaten Malang pada waktu jaman penjajahan Belanda merupakan salah satu tempat basis perlawanan melawan penjajah. Dalam melawan penjajah untuk membela nusa dan bangsa Indonesia banyak pahlawan yang gugur. Salah satu diantaranya pahlawan yang gugur dan di makamkan di Ngantang adalah KARAENG GALESONG TUMENANGA RI TAPPANA, yang berasal dari Makasar, seorang Panglima Perang Angkatan Laut Kerajaan Goa, Putra Sultan Hasannuddin, Raja Goa ke XVI, menantu Raden Trunojoyo, murid Penambahan Giri. Karaeng Galesong adalah tokoh pahlawan yang menentang VOC pada waktu penjajahan Belanda ± abad 17. Makam ini terletak di Desa Sumber Agung, kec. Ngantang ± 5 Km dari obyek Wisata Bendungan Selorejo. |
![]() |
|
|
![]() |