Wakil Bupati Malang, Sosok Pendekar Honorer Di Konferensi Kerja I PGRI

PAKISAJI – Konferensi Kerja I Pengurus Masa Bakti 2020 – 2025 PGRI Kabupaten Malang yang bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang digelar pada Jum’at (30/4) sore dan dihadiri oleh Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. Turut hadir pada acara tersebut di antaranya Sekretaris PGRI Provinsi Jawa Timur, Muspika Pakisaji, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr. Rachmat Hardijono, S.Sos., M.Si., serta Ketua PGRI Kabupaten Malang.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih kepada PGRI Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan bantuan bagi warga Kabupaten Malang terdampak gempa. Dalam sambutannya, terkait dengan persiapan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., menghimbau agar dilakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap kondisi gedung dan bangunan sekolah karena sudah lama tidak dipergunakan. “Ini menjadi penting agar keselamatan anak-anak kita selalu terjaga,” ucapnya. Provinsi Jawa Timur juga telah menyediakan anggaran yang cukup besar untuk SMK di seluruh kabupaten/kota yang akan disalurkan melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), sehingga diharapkan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal mengingat Covid-19 berdampak besar pada sistem pembelajaran selama ini.

Wakil Bupati Malang juga mengharapkan agar di dua tahun terakhir masa pengabdian, guru-guru SMP yang telah menempuh program pendidikan doktor (S3) dapat diberikan ruang dan kesempatan untuk mengabdikan diri di bidang pendidikan sebagai pengajar di Perguruan Tinggi. Pemerintah Kabupaten Malang telah berupaya dan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk nantinya dapat disampaikan, baik kepada Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama pusat, terkait penempatan guru-guru honorer dan yang mengajar di pendidikan agama. Menutup sambutannya, Wakil Bupati Malang memohon doa restu agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang dapat bertambah pesat sehingga secara bertahap kualitas dan pendapatan guru dapat turut meningkat.

Berdasarkan data dari aplikasi sistem keanggotaan, PGRI se-Jawa Timur telah memiliki anggota sedikitnya 323.000. Sedangkan untuk Kabupaten Malang, sedikitnya ada 14.376 anggota. Pemerintah Kabupaten Malang selalu berupaya untuk memberikan penyetaraan terkait hak-hak Guru Tidak Tetap, serta memberikan ruang bagi GTT untuk terus berprestasi dan meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar. Dalam rangka mendukung GTT Kabupaten Malang untuk ikut serta dalam kompetisi penerimaan PPPK, Pemerintah Kabupaten Malang memberikan fasilitas bimbingan belajar melalui Dinas Pendidikan. Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., lebih lanjut menjelaskan bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas pertama penganggaran Kabupaten Malang, disusul kemudian bidang kesehatan, perekonomian, dan pembangunan. Dengan demikian karena pendidikan menjadi salah satu program prioritas, Pemerintah Kabupaten Malang selalu menjalin komunikasi dan kerja sama dengan PGRI, sehingga setiap kali muncul suatu permasalahan dapat segera tersampaikan dan terselesaikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto, sangat menyambut baik hadirnya Peraturan Bupati Malang No. 7 Tahun 2021 yang secara garis besar memberikan dukungan penuh kepada peningkatan kualitas guru-guru di Kabupaten Malang. Di mata PGRI Kabupaten Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. telah dikenal baik sebagai sosok “pendekar” honorer. “Cenderawasih, Burung Kutilang. Asli Irian, Burung Kasuari. Terima kasih Pak Wakil Bupati Malang, selalu perhatian kepada anggota PGRI,” ucap Dwi Sucipto saat berpantun untuk menyampaikan apresiasinya. Konferensi Kerja I Pengurus Masa Bakti 2020 – 2025 PGRI Kabupaten Malang secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Malang dan acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (hum/nrl)

Share this Post: