Pemkab Malang bersama Pemprov Jatim Gelar Evaluasi Rasionalisasi Progres KEK Singhasari

SINGOSARI - Pemerintah Kabupaten Malang menggelar evaluasi dan koordinasi rasionalisasi progres kerja bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, CEO KEK Singhasari, David Santosa, dan sejumlah jajaran lainnya pada Senin (23/5) pagi yang bertempat di Kantor KEK Singhasari yang terletak di Jalan Raya Klampok, Perum Singosari, Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

KEK Singhasari merupakan kawasan ekonomi khusus pertama bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019. Kawasan tersebut, mencakup wilayah seluas 120,3 hektare,”“Jelang tiga tahun dari diterbitkan PP 68 tentang  KEK Singhasari ini, tentunya kami bersama-sama melakukan evaluasi,” kata David Santosa.

Sementara itu, Bupati Malang, Drs.H.M Sanusi M,M mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki kewajiban untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. “Sementara yang jadi kewajiban Kabupaten Malang adalah infrastruktur yang harus kami dukung. Antara lain yakni pelebaran jalan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta penyediaan air bersih nanti akan kami fasilitasi. Selain itu, sepenuhnya dari investor. Jadi APBD selama ini tidak di gunakan untuk pelaksanaan di KEK jadi benar murni dari investor,” tutur Bupati Malang.

CEO KEK Singhasari tersebut juga mengatakan, terkait sektor tourism, pihaknya masih menunggu beberapa tenant (penyewa) lagi. “Untuk membangunnya masih wait and see (melihat dan menunggu). Namun, untuk pendidikan nantinya akan diawali dari Universitas Muhammadiyah Malang untuk membangun centre for future work yang berorientasi pada kebutuhan talenta digital di masa mendatang,” tambah David Santosa.

Selanjutnya, Bupati Malang Sanusi juga memaparkan jika semakin banyak investor yang masuk ke Malang akan dapat mengurangi angka pengangguran yang ada. “Intinya, semakin banyak investasi yang masuk ke Malang ini, dampaknya dapat menanggulangi dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Malang,” ucapnya saat ditemui awak media. 

Dikesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mematangkan strategi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang. Kawasan ekonomi ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian Jatim, sekaligus memperbanyak investor yang tertarik berinvestasi di wilayah setempat. KEK Singhasari diproyeksikan menjadi sentra industri ekonomi kreatif berbasis teknologi digital information technology (IT) dan pariwisata,” Itu membutuhkan peran serta seluruh pihak lewat berbagai strategi agar proyek tersebut berjalan sukses dan bisa menumbuhkan start up baru,” pungkas Wagub Emil. (prokopim/dhe)

Share this Post: