Pekerja Migran Pulang, Wakil Bupati Malang Ucapkan Selamat Datang

KEPANJEN – Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., menghadiri Buka Puasa Bersama Tenaga Migran yang bertempat di Rusun Kepanjen, Kabupaten Malang pada Minggu (2/5) petang. Turut mendampingi Wakil Bupati Malang yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Arbani Mukti Wibowo, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Drs. Yoyok Wardoyo, M.M. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut kepulangan para pekerja migran yang berdomisili di Kabupaten Malang.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan selamat datang kepada para pekerja migran yang telah pulang ke Indonesia, utamanya ke Kabupaten Malang, sekaligus mengucapkan permintaan maaf atas ketidaksiapan fasilitas safe house yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Hal tersebut disebabkan oleh terputusnya komunikasi antara Kantor Imigrasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, sehingga Pemerintah Kabupaten Malang tidak mendapatkan informasi terkait besaran jumlah PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang hari ini pulang. Selayaknya data tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dua hari lalu.

Sebelumnya, dari 38 pekerja migran, 18 di antaranya berdomisili di Kota Malang dan Kota Batu. Maka sisanya yang berdomisili di Kabupaten Malang diberikan waktu untuk beristirahat sejenak di Rusun Kepanjen. Dikarenakan rusun ini masih dalam proses pembangunan, sehingga fasilitas-fasilitas di dalamnya masih memerlukan beberapa penambahan, di antaranya sprei dan kran air. Berdasarkan anjuran dari pemerintah, para pekerja migran yang baru pulang diwajibkan untuk melakukan karantina di safe house selama tiga hari. Langkah tersebut diambil dengan tujuan untuk mengamankan diri sendiri maupun keluarga besar pekerja migran. “Mohon bersabar karena ini merupakan bagian dari aturan yang harus dipatuhi dan semua proses ini dilakukan demi kebaikan kita bersama,” ucap Wakil Bupati Malang.

Bagi pekerja migran yang tidak berkenan untuk beristirahat di Rusun Kepanjen, diberikan kesempatan untuk beristirahat di hotel lain, namun dengan syarat yaitu menggunakan biaya sendiri dan tetap dihimbau untuk tidak melakukan mobilisasi ke luar kawasan hotel. Sedangkan bagi pekerja migran yang bersedia singgah di Rusun Kepanjen, maka Pemerintah Kabupaten Malang akan berupaya untuk melengkapi fasilitas-fasilitasnya.

Selanjutnya setelah masa karantina tiga hari, akan dilakukan PCR test lanjutan untuk mengetahui kondisi kesehatan pekerja migran. Diharapkan semua hasil akan menunjukkan negatif Covid-19 sehingga para pekerja migran dapat kembali pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat. “Besar harapan kami agar pundi-pundi hasil bekerja selama 2-3 tahun di luar dapat dimanfaatkan dengan baik, sebagai modal bekerja di rumah, dan semoga ini menjadi awal kebangkitan keluarga yang sejahtera,” pungkas Wakil Bupati Malang. (hum/nrl)

Share this Post: