Luncurkan Program Bersih Indonesia, Kabupaten Malang Terpilih Sebagai Pilot Project

KEPANJEN - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest) bersama The Alliance To End Plastic Waste serta Pemerintah Kabupaten Malang meluncurkan program Bersih Indonesia 'Eliminasi Sampah Plastik' secara resmi dari Pendopo Kantor Bupati Malang, Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (18/5) siang. Kegiatan peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) di tingkat pusat dan kesepakatan bersama di tingkat kabupaten serta dilanjutkan dengan penekanan tombol secara simbolis oleh CEO The Alliance, Jacob Duer, Deputi Bidang Kondisi Lingkungan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti dan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest), Luhut Binsar Panjaitan yang hadir secara virtual menuturkan jika program ini merupakan program yang dibahas bersama The Alliance pada bulan Februari lalu. Dalam pembahasan itu disepakati bahwa program Eliminasi Sampah Plastik ini untuk dijadikan program nasional Indonesia dengan pemilihan lokasi pilot project di Kabupaten Malang. Rencananya, bakal dibangun pabrik pengolahan sampah plastik dengan nilai investasi yang diterima kabupaten Malang sebesar USD 29 juta, dan diaplikasikan ke dalam bentuk industri pengolahan sampah yang diproyeksikan akan melibatkan 3000 orang pekerja.

''Untuk menyelesaikan masalah persampahan sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang biasa tetapi harus dengan inovasi dan dilakukan dengan cara kolaborasi berbagai pihak. Harapannya program ini mampu menggabungkan model pengelolaan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik dan memfasilitasi pengembangan ekosistem hilir untuk mengambil daur ulang termasuk daur ulang bernilai lebih rendah yang ada atau dari kabupaten Malang dan mengubahnya menjadi bahan baru untuk industri," tegas Luhut dalam sambutannya.

Sementara, CEO The Alliance, Jacob Duer menjelaskan bahwa program versi Indonesia dalam hal eliminasi sampah plastik ini merupakan hasil pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan proyek selama dua tahun terakhir. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan implementasi tahap awal yang kuat dan lancar di Kabupaten Malang. Jacob Duer bersama timnya sangat bersemangat untuk segera mewujudkannya, bahkan tak ingin melewatkan kedatangannya di Kepanjen dengan meninjau langsung lahan yang disiapkan sebagai lokasi industri pengolahan sampah plastik yang berada di area TPA Wisata Edukasi Talangagung, Kota Kepanjen.

''Kami, The Alliance juga sangat antusias untuk memulai program ini dan berharap dapat terus menjalin kerjasama yang erat dengan Pemerintah Pusat dan daerah untuk mengadakan sistem pengelolaan sampah yang dapat mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah plastik. Pemerintah Kabupaten Malang akan segera memiliki industri pengolahan sampah plastik. Hal tersebut terdapat dalam program Bersih Indonesia yang merupakan buah dari kerja sama antara The Alliance dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Pemerintah Kabupaten Malang," terang Jacob Duer.

Sementara itu, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M dalam sambutannya mengatakan, bahwa menindaklanjuti diskusi dan pertemuan yang telah dilaksanakan bersama di Jakarta pada Bulan April lalu, saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Malang dalam program Implementasi Program Bersih Indonesia. Selanjutnya, melalui penandatanganan dokumen MoU guna Mengimplementasikan Program Bersih Indonesia ini, Beliau berharap langkah ini akan menandai awal dari kolaborasi yang sinergis dalam hal model pengelolaan sampah yang lebih efektif.

''Dengan ditunjuknya Kabupaten Malang sebagai fase pertama dalam program Bersih Indonesia, juga diharapkan akan terlaksana pengelolaan sampah yang komprehensif berupa penyediaan infrastruktur pengumpulan serta pemilahan sampah rumah tangga baik oleh masyarakat di Kabupaten Malang maupun wilayah yang lain. Di dalamnya juga mencakup sistem untuk memaksimalkan ketersediaan bahan untuk didaur ulang serta meminimalisir penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Sebagai salah satu program unggulan yang terus kami kembangkan guna menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Malang, diantaranya yakni optimalisasi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wisata Edukasi Talangagung di Kecamatan Kepanjen," jelasnya.

Bupati Malang juga menambahkan, pengelolaan sampah dengan sistem yang lebih modern seperti yang kita lihat pada hari ini merupakan buah dari inovasi dan kolaborasi dari seluruh stakeholders terkait. Pengelolaan limbah atau sampah rumah tangga yang sebelumnya masih beroperasi dengan sistem terbuka atau open dumping, sebelumnya sering kali menimbulkan permasalahan baik dari aspek lingkungan maupun sosial. Hal tersebut disebabkan karena kondisi sampah yang hanya ditimbun begitu saja sehingga menyebabkan polusi lingkungan, utamanya bau yang tidak sedap.

''Namun dengan semangat untuk melestarikan lingkungan dan juga membantu menyejahterakan masyarakat sekitar, TPA Wisata Edukasi Talangagung kini justru memberikan sumbangsih yang signifikan. Selain menghasilkan Gas Metan yang menjadi pengganti bahan bakar LPG bagi warga sekitar, TPA Wisata Edukasi Talangagung juga telah menjadi rujukan serta direplikasi sistem pengelolaannya oleh berbagai daerah di seluruh Penjuru Nusantara. Ke depan, kami berharap agar TPA Wisata Edukasi Talangagung juga dapat memberikan sumbangsih dalam mencapai target pengurangan sampah secara Nasional," pungkas Bupati Malang. (prokopim/poy)

Share this Post: