Hadiri Rakor Evaluasi Vaksinasi, Bupati Malang : Tugas Negara Yang Harus Diselesaikan

KEPANJEN – Percepatan vaksinasi merupakan tugas negara yang harus diselesaikan bersama demi keselamatan bangsa. Hal ini disampaikan oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi, M. M., saat menghadiri Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Malang yang bertempat di Pendopo Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Minggu (10/10) sore. Acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S. H., M. H., Kapolres Malang, AKBP R. Bagoes Wibisono H. K., S. I. K., M. Si., Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf. Yusub Dody Sandra, jajaran Kepala PD serta Muspika se-Kabupaten Malang, baik yang hadir secara langsung maupun secara daring.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menekankan kepada seluruh Muspika se-Kabupaten Malang untuk terus berinovasi dan berinisiasi dalam menjalankan strategi untuk mencapai target percepatan vaksinasi di kecamatan masing-masing. "Hal ini tentunya menjadi pemikiran kita bersama, bagaimana caranya agar pimpinan di tiap kecamatan bisa mempunyai strategi jitu dalam menuntaskan tugas negara, yaitu capaian vaksin 100%," tutur Bupati Malang. Percepatan vaksinasi ini, lanjut Bupati Malang, tidak lain merupakan tugas negara yang harus diselesaikan demi menyelamatkan bangsa sehingga nantinya perekonomian dapat berjalan kembali.

Pada kesempatan yang sama Bupati Malang juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dan Dinkes yang terus memacu percepatan vaksinasi, kepada jajaran Kepala PD sebagai tim monitoring dan evaluasi, serta kepada seluruh Muspika dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Malang yang telah bekerja keras dalam percepatan vaksinasi di kecamatannya masing-masing. "Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Sekali lagi, ini bukanlah tugas dari Bupati, melainkan tugas negara yang harus kita selesaikan bersama," pungkas Bupati Malang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Arbani Mukti Wibowo, menjelaskan dalam paparannya bahwa total cakupan vaksinasi per 8 Oktober 2021 berdasarkan data dari KPCPEN adalah sebagai berikut : vaksinasi dosis 1 telah mencapai 1.105.076 orang (53,17%), dosis 2 telah mencapai 388.461 orang (18,69%), serta dosis 3 khusus untuk tenaga kesehatan telah mencapai 7.955 orang (95,54%). Sebagai tindak lanjut percepatan vaksinasi, pada hari Senin nanti, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di tiap kecamatan akan memulai vaksinasi menggunakan metode door to door, dengan sasaran prioritas pada kalangan lansia.

Sama halnya seperti Rakor Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Malang sebelumnya, untuk periode 2 ini yaitu tanggal 3 hingga 9 Oktober 2021, kembali diberikan Reward and Punishment kepada Muspika dengan capaian percepatan vaksinasi tertinggi dan terendah. Reward pertama pada kategori percepatan vaksinasi tertinggi dengan bantuan nakes dari Polres Malang diterima oleh Muspika Singosari, sedangkan reward kedua yaitu pada kategori percepatan vaksinasi tertinggi tanpa bantuan nakes dari Polres Malang diberikan kepada Muspika Wajak.

Sementara itu, punishment pada kategori percepatan vaksinasi terendah diterima oleh Muspika Pagak, Kromengan, dan Poncokusumo. Kepada ketiga Muspika tersebut, diberikan bendera hitam oleh Bupati Malang, Kapolres Malang, dan Dandim 0818 sebagai simbol rendahnya capaian percepatan vaksinasi di kecamatan tersebut serta sekaligus sebagai motivasi agar selanjutnya dapat berupaya lebih keras dalam mencapai target vaksinasi. (prokopim/nrl)

Share this Post: