Gempur Rokok Ilegal, Wakil Bupati Malang Buka Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai

MALANG - Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, S.H, M.H, membuka acara Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dengan tema “Gempur Rokok Ilegal” dengan 100 undangan, terdiri dari Pemerintah Desa, RT/RW, aparat seKecamatan Sumbermanjing Wetan, bertempat di The Aliante Hotel & Convention Malang, Senin (11/10) petang. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi yang sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan ini dan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi. 

Wakil Bupati Malang berterima kasih kepada para peserta yang hadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini, Karena pelaksanaan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengenalkan dan menambah pengetahuan mengenai cukai, khususnya terkait rokok legal dan ilegal serta sanksinya. 

Pada sambutannya Wakil Bupati Malang menjelaskan bahwa Cukai merupakan salah satu pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup dan pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. 

Wakil Bupati Malang juga menyampaikan bahwa Cukai merupakan salah satu instrumen penerimaan negara yang dialokasikan guna mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan keseimbangan, disamping itu Sekitar 140 Perusahaan rokok besar dan kecil  berada di Kabupaten Malang, sehingga Kabupaten Malang menjadi salah satu penyumbang pajak dari sektor rokok. “ketentuan yang mengatur mengenai pengalokasian penerimaan anggaran cukai kepada daerah, yang biasa disebut dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) adalah dana transfer dari pusat ke Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) penghasil cukai tembakau  dengan  persentase yang telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia” ucap Wakil Bupati Malang. 

Masyarakat secara umum akan di berikan edukasi tentang pentingnya rokok yang legal agar pendapatan bagi hasil cukai memiliki peningkatan karena cukai menjadi salah satu pajak negara yang menjadi konsentrasi pada saat. Jika rokok dilakukan secara legal maka otomatis pendapatan negara meningkat. Disamping itu Salah satu dampak penggunaan rokok ilegal yaitu produksi rokok yang harus memilki quality control, karena rokok yang di edarkan harus melewati quality control apakah sudah memenuhi syarat atau tidak. 

Terselenggarakannya acara ini semata-mata untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Malang khususnya masyarakat Kecamatan Sumbermanjing Wetan tentang pemahaman cukai rokok serta jenis-jenis penyalahgunaanya dan sanksi serta pelanggaraanya dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Kabupaten Malang secara umum.

Wakil Bupati Malang juga mengajak para peserta sosialisasi untuk bersama-sama berupaya memaksimalkan potensi penerimaan cukai di Kabupaten Malang. “Harap saya kepada peserta sosialisasi untuk ikut menjadi petugas masyarakat dan pengontrol yang memiliki target dukungan sehingga nanti berdampak tingginya nilai pajak dengan beredarnya rokok yang legal di wilayah Kabupaten Malang khusunya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan juga semoga materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat dipahami dengan baik, agar nantinya dapat disampaikan kembali kepada masyarakat disekitarnya. Mengingat urgensi dari upaya menekan peredaran rokok illegal di Kabupaten Malang masih menjadi fokus utama yang harus segera dituntaskan.” harap Wakil Bupati Malang. (Prokopim/gis)

Share this Post: