Bupati Malang Resmikan Masjid Al Ilyas, Wabup Malang Apresiasi Baksos Pembangunan Masjid Al Ibrahim

GONDANGLEGI - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M meresmikan Masjid Al Ilyas yang ada di Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Minggu (22/5) pagi. Pemotongan untaian pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Malang menjadi penanda diresmikannya masjid yang dibangun oleh H. Sulaiman dengan tujuan mampu diperuntukkan kepada umat muslim setempat.

''Pagi ini, kita bersama-sama menyaksikan peresmian Masjid Al Ilyas. Dulu sebelumnya, masjid ini adalah mushola itu dari hibah Alm. H. M. Ilyas yang punya dan tempat mushola, lalu ditingkatkan oleh cucunya, tepatnya H. Sulaiman. Saat saya masih kecil di tempat terbangunnya masjid megah ini adalah tempat gilingan tebu. Mudah-mudahan arwah beliau diampuni Allah SWT, dan para penduduk dari keluarga Sulaiman mendapatkan maghfirah," ucap Bupati Malang dalam sambutannya.

Atas nama Bupati Malang dan secara pribadi, Beliau tak ketinggalan juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin serta Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H kepada seluruh pihak yang hadir pada acara tersebut lantaran diyakini masih di bulan Syawal. Bupati Malang kembali menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Malang mengapresiasi berdirinya Masjid Al Ilyas karena keberadaan masjid ini adalah tanda-tanda dari keberadaan Islam.

''Dimana jika banyak masjid, Insya Allah agama Islamnya di situ baik atau bagus. Namun yang lebih bagus adalah dengan banyak masjid harus diiringi dengan banyak juga yang berjamaah di dalam masjid tersebut. Sehingga tidak hanya masjidnya saja yang megah tapi isinya atau jumlah jamaahnya juga perlu diperbanyak. Maka saya berencana bikin program dengan PC NU Kabupaten Malang, saya tantang untuk menggelar salat Shubuh berjamaah bareng Bupati Malang. Bisa tiap Jumat digilir dan digelar tiap kecamatan pengurus PC NU dan seluruh Kepala OPD dan diikuti para ASN Kabupaten Malang. Pokok PC NU mau, jika itu terjadi, maka insya Allah Kabupaten Malang jadi Makmur diridoi Allah SWT," jelas Bupati Malang.

Di akhir sambutan, Beliau kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama keluarga H. Sulaiman yang telah menginisiasi dan memprakarsai berdirinya Masjid Al Ilyas ini. Masjid ini rencananya juga akan diramaikan dengan kegiatan belajar mengajar mengaji dengan cara dibentuk TPQ. Diyakininya karena anak-anak kecil inilah kelak nantinya yang mengisi masjid. Jika di perkotaan anak-anak kecil tidak boleh masuk ke dalam masjid, tapi kalau di Kabupaten Malang dianjurkan anak-anak kecil malah wajib dibawa masuk ke masjid agar semua terbiasa masuk ke dalam masjid. Dengan harapan, supaya hatinya terbiasa dan hatinya bergantung kepada masjid. Di samping untuk salat masjid juga digunakan untuk tempat pendidikan dan mengajarkan Alquran.

''Insya Allah takmir bersama jamaah sekalipun tidak turut membangun masjid ini namun sudah turut meramaikan atau memakmurkan masjid ini, Insya Allah akan mendapatkan atas ke semuanya akan masuk surga. Begitu juga bagi mereka yang sering ngaji, tahlilan, dan sholawatan di dalam masjid, insya Allah dapat jaminan masuk surga. Terima kasih kepada para seluruh panitia takmir masjid dan yang beberapa pihak yang ikut turut membangun masjid ini menjadi masjid yang megah. Mudah-mudahan mendapat ridho dari Allah SWT dan semua yang hadir dicatat sebagai warganya surganya gusti Allah SWT," pungkas Bupati Malang mengamini.

Terpisah di tempat berbeda, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.MH hadir memberikan support dan apresiasi kepada Adventure Trail Malang Raya dalam menggelar Bakti Sosial (Baksos) membantu proses pembangunan Masjid Al-Ibrahim, yang ada di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Acara bertemakan 'Jelajah Bumi Watu Suko' tersebut diikuti ratusan penghobi trail dengan berpetualang menelusuri sepanjang rute yang melintasi beberapa desa, mulai dari Desa Bumirejo, Baturetno, Kalibakar, Tirtoyudo dan Desa Baturetno. Dalam sambutannya, Beliau menyebut kegiatan ini adalah melampiaskan hobby yang dikolaborasi dengan perpaduan olahraga.

''Ini sesuatu yang positif. Tentunya, ini tidak boleh dijadikan sebuah moment yang hanya dipergunakan sekedar penyaluran hobby saja, namun harus ada sesuatu yang harus ditangkap, bahwa ke depan, kegiatan ini bisa dijadikan profesi baru. Silahkan dibuatkan even ditingkat Kecamatan Dampit bahkan hingga eks Kawedanan Dampit atau Turen bahkan bisa melejit hingga tingkat se-Malang Raya termasuk Jawa Timur. Ada tujuan tertentu yang kita cari yaitu tiga hingga lima titik tempat pariwisata. Itulah yang kita harap bisa memberikan efek positif.Dengan demikian, satu diantaranya IKM dan UKM bisa kita gelar," tegasnya dalam sambutan. (prokopim/poy)

Share this Post: