Bupati Malang : Pemkab Malang Terus Tekan Percepatan Vaksinasi

KARANGPLOSO - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M didampingi Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH.MH menegaskan Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya menekan percepatan program nasional pelaksanaan vaksinasi di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Malang saat hadir dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua secara massal di Malang raya yang digelar Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah di Rumah Aspirasi Ahmad Basarah, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (12/10) pagi. Kegiatan vaksinasi kedua yang digelar sebagai bentuk kelanjutan hasil komitmen bersama antara Ketua DPR RI dengan Pemerintah Pusat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan vaksinasi yang juga digelar Ahmad Basarah di tempat yang sama pada 12 September, sebulan silam.

Kali ini, sebanyak 530 dosis disiapkan panitia vaksinasi di Rumah Aspirasi Ahmad Basarah bagi masyarakat umum. Kuota ini melengkapi target 10 ribu dosis vaksinasi yang disebar untuk masyarakat di wilayah Malang Raya meliputi Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang. Hadir pula dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Walikota Batu, Ketua DPRD Kota Malang, Ketua DPRD Kota Batu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, dan sejumlah undangan di jajaran Forkopimda di wilayah Malang Raya seperti Kapolres Malang dan Dandim 0818 Kabupaten Malang - Kota Batu. Tampak pula yang hadir diantaranya Ketua Umum GM FKPPI, Sekretaris Jenderal GM FKPPI dan Waketum GM FKPPI.

Bupati Malang dalam sambutannya, mengatakan, program vaksinasi ini bagi dirinya merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo saat bertemu langsung dalam sebuah rapat koordinasi Kepala Daerah se Jawa Timur, di Madiun, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Bupati Malang mengakui, ditanya langsung Presiden Joko Widodo perihal mengapa pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Malang tercatat menjadi yang terlambat. Karenanya, pihaknya dengan dukungan Forkopimda dan seluruh pihak akan terus berupaya mempercepat dan menuntaskan pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

''Saat bertemu Pak Presiden di Madiun, saya ditanya, Pak Bupati Malang kenapa kok bisa terlambat dan cepat saja. Saya membalas pertanyaan itu dengan jawaban karena masyarakat atau rakyatnya jumlahnya banyak Pak. Target kita 2 juta dari total 3 juta masyarakat di Kabupaten Malang. Alhamdulillah hari ini sudah 56% total masyarakat Kabupaten Malang tervaksin. Artinya sudah terlaksana 1.170.506 orang dari total target sebanyak 2.078.406 orang. Alhamdulillah kasus penularan covid 19 dari data tanggal 11 Oktober ini, di kabupaten Malang kasus barunya hanya 2 orang, serta angka kesembuhan dan meninggalnya itu 2 dan 1 orang. Hal ini bukti bahwa vaksin ini mujarab dan benar-benar manfaat," jelas Bupati Malang.

Bupati Malang pun meyakini, bahwa dengan vaksin membuktikan bahwa turut menghambat dan menangkal persebaran virus Covid 19. Hingga data di Kabupaten Malang yang tadinya akibat persebaran Covid 19 terdata penambahan kasus baru yang tadinya bisa tembus 500 orang dan meninggal 40 orang per hari, sekarang sudah habis. Bupati Malang pun yakin jika nanti vaksinasi sudah 100%, bisa dipastikan tidak ada penularan lagi. Terutama bagi mereka yang tervaksin sehingga tidak tertular virus Covid 19. Karenanya, Bupati Malang pun berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mengikuti vaksinasi dan calon peserta vaksinasi, serta mendoakan semuanya selamat dari ancaman Covid 19. Itupun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, salah satunya tetap menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

Sementara, Ahmad Basarah menyampaikan, kegiatan vaksinasi yang digelar ini sebagai perwujudan dari program vaksinasi yang diselenggarakan atas kerjasama Ketua DPR RI dengan Pemerintah Republik Indonesia terkait dalam upaya membantu pemerintah mempercepat terbentuknya Herd Immunity kelompok melalui program vaksinasi nasional. Dikatakan, hal ini sesuai dengan perintah Undang-undang MD3 bahwa sebagai anggota DPR RI memiliki kwajiban untuk melaksanakan fungsi representasi yang digunakan untuk membawa program vaksinasi ke Dapil Malang Raya. Ditegaskan Basarah, kegiatan ini bentuk kerjasama untuk mempercepat proses vaksinasi nasional yang dibantu oleh seluruh komponen dan Forkopimda Malang Raya sebagai wujud upaya mengatasi pandemi di Malang Raya dengan cara gotong royong, antara pemerintah pusat ke pemerintah daerah, serta antara lembaga legislatif yudikatif dan eksekutif Kabupaten Malang dengan menggelar vaksinasi massal.

''Pada hari ini, tepat 1 bulan yang lalu, kita setelah menggelar vaksinasi tahap pertama. Hari ini kita melaksanakan vaksinasi tahap kedua. Vaksinasi ini adalah program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah dilaksanakan sebagai program vaksinasi nasional dan menertibkan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah dengan mengikuti standar WHO. Herd Immunity kelompok akan tercapai jika semua masyarakat atau kelompok sudah melaksanakan vaksinasi kedua. Sehingga kita pun akan menertibkan dan memantau serta memastikan hingga pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. Insya Allah jika di Kabupaten Malang dan Malang raya ini masih membutuhkan, kami siap kembali membawa vaksin tahap kedua ini dengan sebanyak 20.000 dosis ke Kabupaten Malang," jelas Basarah. (prokopim/poy)

Share this Post: