Besok, Bupati Malang Direncanakan Akan Dampingi Menparekraf Pada Visitasi Desa Wisata Sanankerto

KEPANJEN – Bupati Malang, H. M. Sanusi, M. M., direncanakan akan dampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam rangka Peninjauan dan Penilaian 50 Besar Desa Wisata Indonesia Bangkit Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ke Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang besok Jum'at (15/10) sore. Kunjungan esok hari akan menjadi kali kedua Menparekraf datang ke Kabupaten Malang dalam rangka gelaran ADWI 2021. Pada Bulan Mei lalu, Menparekraf berkesempatan melaunching ADWI di Cafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang. Sedangkan kali ini, Menparekraf direncanakan akan mengunjungi Boonpring di Desa Sanankerto yang masuk pada nominasi 50 Desa Wisata terbaik ADWI 2021.

Dengan masuknya Desa Sanankerto dalam 50 besar ADWI 2021 ini, semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun desa sekaligus mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Malang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang sekaligus Plt. Kepala Dinas Kominfo, Drs. M. Nur Fuad Fauzi, M. T., di ruang kerjanya hari ini.

Diketahui, ada 1.831 peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang terkumpul dari 34 provinsi. Dari ribuan desa wisata tersebut kemudian melalui tahapan kurasi untuk dikerucutkan menjadi 100 besar hingga 50 besar. Pada tahap ini, dilakukan peninjauan dan penilaian langsung oleh Dewan Juri ADWI 2021 bersama Sandiaga Uno ke 50 besar desa wisata tersebut untuk kemudian kembali diseleksi dan dipilih 10 Desa Wisata terbaik. Rangkaian visitasi Dewan Juri ADWI 2021 dalam rangka penilaian Desa Sanankerto telah dimulai hari ini, Kamis (14/10) dan pada esok hari Menparekraf Sandiaga Uno direncanakan akan melakukan peninjauan langsung. Adapun tujuh kategori penilaian dalam ajang ADWI 2021, yaitu penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), desa digital, souvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet. (prokopim/nrl)

Share this Post: