13 Feb 2026
Simulasi Vertical Rescue di Coban Srengenge, Abah Sanusi Tekankan Keselamatan Wisatawan sebagai Prioritas
Kabupaten Malang – Puncak rangkaian kegiatan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Kecamatan Ampelgading digelar dengan simulasi vertical rescue oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan relawan destana di kawasan wisata Coban Srengenge, Desa Tirtomarto. Simulasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pertolongan cepat pada korban kecelakaan atau bencana di area wisata alam, yang memiliki struktur tebing dan kontur curam.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Malang H. M. Sanusi, akrab disapa Abah Sanusi, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang (ex officio Kepala BPBD), Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Dandim Kabupaten Malang, serta Kapolres Malang. Seluruh pejabat turut menyaksikan proses penyelamatan korban tiruan dari tebing air terjun melalui teknik vertical rescue, mulai dari pembukaan jalur, pemasangan sistem tali, hingga evakuasi ke titik aman.
Dalam sambutannya sebelum simulasi dimulai, Abah Sanusi menegaskan bahwa sektor wisata alam membutuhkan kesiapsiagaan ekstra karena memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, sementara kunjungan wisatawan terus meningkat setiap tahun.
“Keselamatan wisatawan bukan pilihan, tapi kewajiban. Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memastikan destinasi alam kita tidak hanya indah, tetapi juga aman. Simulasi hari ini adalah bentuk keseriusan untuk mempercepat respon saat terjadi keadaan darurat,” tegas Abah Sanusi.
Beliau menambahkan bahwa kemampuan teknis penyelamatan di medan ekstrem harus terus diasah, terutama bagi relawan lokal dan pengelola wisata.
“Ketika menit-menit pertama ditangani dengan tepat, nyawa bisa terselamatkan. Itulah mengapa latihan seperti ini harus menjadi budaya, bukan sekadar acara,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang sebagai ex officio Kepala BPBD menekankan bahwa integrasi pengelola wisata, relawan, dan aparat merupakan kunci keberhasilan respon cepat.
“Vertical rescue adalah salah satu kompetensi yang relevan di kawasan wisata berbasis tebing dan air terjun seperti Coban Srengenge. Kita ingin memastikan tidak ada kebingungan saat keadaan darurat — semua pihak tahu tugasnya, jalurnya, dan prosedurnya,” ujar Sekda.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang menambahkan bahwa latihan ini memberikan gambaran nyata medan penyelamatan yang akan dihadapi di lapangan.
“Karakter lokasi seperti ini menuntut ketelitian dan kekompakan tim. Hari ini relawan Destana, Pokdarwis, dan unsur aparat bisa langsung menerapkan teori pada medan sesungguhnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Dandim Kabupaten Malang dan Kapolres Malang menyampaikan dukungan penuh dalam kesiapsiagaan bencana dan keselamatan wisatawan, termasuk koordinasi lintas sektor dalam evakuasi dan pengamanan jalur.
Simulasi vertical rescue ini menjadi penutup rangkaian giat kesiapsiagaan hari itu, setelah sebelumnya dilaksanakan penyaluran bantuan sosial dan pelatihan peningkatan kapasitas relawan. Pemerintah Kabupaten Malang berharap agar praktik serupa terus berlanjut dan diterapkan di destinasi wisata alam lain yang berisiko.
Dengan kesiapan relawan, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta dukungan penuh pemerintah, Coban Srengenge digadang menjadi contoh destinasi wisata berbasis mitigasi bencana yang mengedepankan keselamatan pengunjung tanpa mengurangi daya tarik alamnya.
Salam Tangguh Bencana!
Galeri Terkait