14 Aug 2026
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Wamenko Pangan dan Wabup Malang Dorong Kebangkitan Industri Persusuan
MALANG – Sektor persusuan Kabupaten Malang memasuki babak baru. Potensi besar yang dimiliki daerah sentra susu ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat melalui penguatan kolaborasi untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mendorong kesejahteraan para peternak.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Strategis Sektor Persusuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq dan dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, bertempat di Hotel Grand Mercure Malang, Selasa (21/7) siang.
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah konkret pengembangan sektor persusuan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hadir dalam kegiatan ini jajaran kementerian terkait, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri susu nasional seperti Nestle dan Cimory, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB), Badan Urusan Logistik (Bulog) serta asosiasi pengusaha pakan ternak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap potensi sektor persusuan di Malang Raya. Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penghasil susu terbesar dengan keberadaan sentra peternakan sapi perah yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Kabupaten Malang mendapatkan bantuan sebanyak 60 ekor sapi perah. Bantuan tersebut telah didistribusikan masing-masing 30 ekor untuk wilayah Ngantang dan 30 ekor untuk Pujon. Harapannya, bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha persusuan,” ujar Wabup Malang.
Beliau menambahkan, pengembangan sektor persusuan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi susu, tetapi juga menjadi peluang besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Kawasan sentra susu seperti Pujon, Ngantang, Jabung, dan wilayah sekitar industri pengolahan susu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Terlebih, meningkatnya kebutuhan susu nasional seiring dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar yang semakin luas bagi para peternak dan pelaku usaha susu.
“Sekarang geliat ekonomi di sektor persusuan mulai tumbuh. Tidak hanya KUD yang bergerak, tetapi juga mulai bermunculan industri rumah tangga yang mengolah susu menjadi produk kemasan praktis dan mampu dipasarkan hingga luar Kabupaten Malang,” jelasnya.
Wabup Malang juga mengajak masyarakat, khususnya petani dan buruh tani, untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan usaha peternakan sapi perah. “Peluang usaha di sektor persusuan ini sangat terbuka lebar. Kami ingin memotivasi masyarakat agar memanfaatkan waktu luang untuk ngingu (memelihara) sapi perah, karena sektor ini mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ungkap Dra. Hj. Lathifah Shohib.
Selain peningkatan produksi susu, rapat koordinasi tersebut turut membahas aspek penting lainnya, yakni ketahanan pakan (feed security). Ketersediaan pakan yang cukup dan berkualitas menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan populasi sapi perah.
Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mendukung penuh program pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, peternak, dunia industri, dan akademisi diharapkan mampu menciptakan ekosistem persusuan yang kuat dan berkelanjutan.
“Setiap niat baik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentu memiliki tantangan. Namun, kami akan terus mendukung karena program ini manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Wabup Malang.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Kabupaten Malang diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan dan gizi nasional, sekaligus menjadi motor penggerak kebangkitan industri persusuan Indonesia.
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamenko Bidang Pangan di wilayah Malang Raya untuk mengevaluasi kesiapan daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (prokopim/day)
Galeri Terkait