22 Jul 2026
BPBD Kabupaten Malang Gelar Bimtek Jitupasna 2026, Perkuat Sinergisitas dalam Pemulihan Pascabencana
KEPANJEN – Sebagai upaya
mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan
"Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Kabupaten
Malang Tahun 2026". Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah
daerah dalam menetapkan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan
analisis kerusakan dan kerugian yang akurat.
Penetapan prioritas
pembangunan kembali wilayah terdampak bencana harus didasarkan pada rencana
rehabilitasi dan rekonstruksi yang matang. Melalui Bidang Rehabilitasi dan
Rekonstruksi, BPBD Kabupaten Malang membekali para aparatur sipil negara (ASN)
dengan kemampuan teknis untuk menyusun dokumen Jitupasna. Hasil dari
Bimtek ini juga akan menjadi bahan lampiran dalam penyusunan SK Bupati Malang
terkait pembentukan Tim Jitupasna Kabupaten Malang.
Kegiatan ini berlangsung
selama dua hari pada Rabu – Kamis, 22 s.d. 23 April 2026 di Ruang Rapat BAPPEDA
Kabupaten Malang, Jl. Panji 158 Kepanjen. Peserta mendapatkan materi intensif
dari para ahli, termasuk fasilitator Jitupasna dan narasumber dari Mahoni Cakra
Saujana, yaitu Sdr. Mart Widarto dan Sdr. Bambang. Beberapa materi yakni
Konsep Dasar Jitupasna yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai
kerangka kerja pengkajian kebutuhan. Pengenalan Form Jitupasna yang terkait
teknis pengisian instrumen data. Simulasi pengkajian pada berbagai sektor
terdampak. Teknis Pengumpulan Data terkait strategi pengolahan data di
lapangan serta Rencana Tindak Lanjut yakni langkah konkret
pasca-pelatihan.
Kegiatan ini mengundang
perwakilan dari 25 instansi dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Malang, mulai dari Inspektorat Daerah, berbagai Dinas Teknis (PU Binamarga,
SDA, Cipta Karya, Kesehatan, dsb.), hingga Bagian Setda dan internal BPBD sendiri.
Dalam pembukaan kegiatan Kepala Pelaksana BPBD, Bpk Purwoto menyampaikan bahwa
peningkatan kapasitas teknis tim pengkajian pasca bencana merupakan suatu hal
yang sangat penting, mempertimbangan bahwa bencana adalah urusan bersama
sehingga membutuhkan sinergisitas dan dukungan multisektor utamanya dalam
pengkajian dampak kejadian bencana. Diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung
dan terimplementasi apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat bencana.
Salam Tangguh Bencana!
Galeri Terkait