Wabup Hadiri Diklat Pemulasaran Jenazah Kerjasama LKKNU & LPIK UNISMA

MALANG - Wakil Bupati  Drs. H. Didik Gatot Subroto,SH, MH menghadiri Diklat Pemulasaran Jenazah kerjasama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlotul Ulama PCNU Kab. Malang,Lembaga Pengkajian Islam dan Keaswajaan Unisma pada Rabu (7/4) pagi, Kegiatan yang bertempat di Ruang Seminar KH.Oesman Mansoer Gedung Al-Hanafi tepatnya di Lantai 3 Unisma ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kab.Malang Dr.H.Umar Usman,MM , Ketua LKKNU Kab. Malang Shirajat Tamam,Sp. serta Rektor UNISMA yang diwakilkan oleh Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan Noor Shodiq Askandar, SE.,M.M.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Karena selain sebagai ajang silaturahmi, juga merupakan media untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kualitas SDM bagi para peserta diklat pemulasaran jenazah.

"Yang pertama, saat ini situasi dunia sedang dilanda covid yang tentunya secara keseluruhan, sebelum kita mendapatkan vaksin maka antisipasi itu sangat penting dan yang kedua bagaimana dalam jangka pendek sebagai pimpinan daerah mempersiapkan seluruh vaksin agar bisa terdistribusi kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat yang aktif atau kelembagaan sosial yang seperti hari ini artinya dibawah organisasi LKKNU yang berbasis pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan masyarakat itu pun penting karena banyak hal yang mengaharuskan mereka bersentuhan dalam hal pemulasaran jenazah," papar wakil bupati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi pertama oleh Drs.H. Ali Ashari, M.Pd kemudian materi kedua dilanjutkan oleh dr.H.R.Muhammad Hardadi Airlangga,Sp.PD mengenai pemulasaran jenazah secara medis, dan selanjutnya dilanjutkan dengan materi ketiga yaitu praktik pemulasaran oleh Drs.H.Ali Ashari,M.Pd dan dr.H.R.Muhammad Hardadi Airlangga,Sp.PD, sehingga tidak hanya teori yang didapatkan dalam diklat sekaligus pelatihan ini tetapi juga praktek.

Wakil Bupati juga memberikan bekal kepada para pemuda pemudi untuk hidup bermasyarakat. Karena hukumnya yang Fardu Kifayah membuat jarang sekali orang bisa melakukan perawatan jenazah, apalagi yang sesuai dengan syariat islam. Meskipun ada, kebanyakan dari mereka juga suda berusia tua, oleh karena itu sangat penting memberikan pelatihan untuk membekali para pemuda dengan pengetahuan perawatan jenazah" terutama bagaimana pemuda pemudanya berkelompok kelompok ansor faktanya , itu bisa diberikan proses pembelajaran ini" tambahnya

Wabup juga berharap agar diklat ini bisa ditanggapi dengan baik oleh peserta diklat yang bagaimana semestinya bapak ibu maupun peserta diklat bisa menularkan dan menyampaikan kegiatan ini kepada saudara kita di tingkat desa.(humas/dhe)

 

Share this Post: