Peresmian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Desa Babadan oleh Bupati Malang

NGAJUM – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri Peresmian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Reguler Tahun 2020 yang bertempat di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang pada Rabu (7/4) pagi. Hadir pula pada acara tersebut di antaranya Camat dan Muspika Ngajum, Kepala Desa Babadan, serta Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang.

Kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan pada permukiman penduduk, menurut Kepala Bidang Permukiman DPKPCK Kabupaten Malang, Ir. Aris Supriyanto, adalah penyediaan air minum, penyediaan prasarana lingkungan mulai dari jalan sampai drainase, dan jamban keluarga. Karena kegiatan ini mendapatkan perhatian langsung dari pusat, maka pembiayaan program Sanitasi Reguler di Desa Babadan pun bersumber dari APBN dengan anggaran sekitar 500 juta rupiah. Sebagai tindak lanjut, telah dibentuk KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara) yang bertugas dalam pengelolaan dan pemeliharaan, sehingga diharapkan program ini dapat terus berkelanjutan dan terpelihara. Menutup laporannya, Aris menyampaikan bahwa IPAL Komunal Desa Babadan ini telah selesai dikerjakan mulai Bulan September sampai Desember, dengan dimensi 10 x 3 x 3 meter dan memiliki kapasitas yang dapat mencukupi untuk sekitar 74 KK atau sekitar 296 jiwa.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan launching IPAL Komunal Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Reguler tahun 2020. Program ini merupakan wujud upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan. Selain itu, program ini merupakan implementasi dari Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) yang juga bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) yang digalang oleh Pemerintah Pusat dalam rangka mempercepat Pembangunan di bidang sanitasi dan pemenuhan capaian atas target Sustainable Development Goals 2030 (SDG’s 2030), di mana salah satu indikatornya adalah kemudahan atas akses air bersih dan sanitasi. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Malang akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan pemberian akses universal dan adil terhadap kebutuhan air minum yang aman dan terjangkau, serta memastikan akses terhadap sanitasi yang layak bagi semua kalangan dan meminimalisir BAB sembarangan dengan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan perempuan dan anak perempuan serta mereka yang berada dalam situasi yang rentan.

Lebih lanjut, pada tahun 2020 Kabupaten Malang mendapatkan hibah pekerjaan pembangunan dari Direktorat Sanitasi yaitu Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum. Di mana kegiatan ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi lingkungan di antaranya : perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) semakin meningkat, pengelolaan air limbah domestik agar bisa digunakan kembali sesuai dengan kebutuhan, mengurangi pencemaran sungai akibat aliran air limbah yang belum terolah dengan baik, mengurangi pencemaran lingkungan dan sumur, terwujudnya pengurangan perilaku BAB sembarangan, serta menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan air limbah.

Pada kesempatan ini pula Abah Sanusi, panggilan akrab Bupati Malang, mengingatkan semua ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjauhi korupsi agar pembangunan di Kabupaten Malang dapat berjalan seutuhnya, sehingga dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. ”Setelah Madep Mantep, Kabupaten Malang memasuki era baru dan memasang pondasi untuk lima tahun ke depan dengan visi Malang Makmur (Maju, Agamis, Kreatif, Mandiri, Unggul dan Responsif), sehingga diharapkan semua warganya tidak ada yang tertinggal dan semua dapat menikmati hasil pembangunan Kabupaten Malang. Hal tersebut akan dimulai dari reformasi birokrasi di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (hum/nrl)

Share this Post: