Naik Jeep, Abah Sanusi Tinjau Pembangunan JLS dari Balekambang hingga Modangan

DONOMULYO - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M menggelar kunjungan lapangan ke wilayah Kecamatan Bantur dan Donomulyo, Selasa (5/2) hari ini. Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati meninjau perkembangan pembagunan Jalur Lintas Selatan (LS) Paket Lot 9 sepanjang 17,8 kilometer. Beliau yang juga didampingi Rektor Universitas Islam Malang, Maskuri, sejumlah para pengusaha dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Tak ketinggalan, Bupati mengawali kegiatannya dengan meninjau perkembangan pembangunan Jembatan Jurang Klampok, Desa Srigonco Kecamatan Bantur.

Dalam kunjungan ini, Abah Sanusi sengaja menggunakan kendaraan Jeep 4x4 dan naik satu mobil bersama Rektor Unisma. Bupati bersama rombongan menyusuri JLS dengan start dari Perempatan Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur hingga Paralayang dan Pantai Modangan, di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Di titik start, beliau juga menyapa Pelaksana Pembangunan JLS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek infrastruktur JLS dari Kabupaten Malang hingga perbatasan Kabupaten Blitar diperkirakan akan tersambung pada tahun 2022.

‘’Evaluasi offroad mulai dari perempatan Balekambang hingga Pantai Modangan adalah untuk memastikan JLS ini cepat selesai. Tadi dari pelaksana pembangunan mentargetkan dan menyampaikan di akhir tahun 2021 ini JLS bisa selesai hingga perbatasan Blitar. Dan dari arah barat atau Blitar juga demikian, sehingga Malang Blitar sudah terkoneksi dalam JLS ini. Nantinya beriringan dengan selesainya pembangunan jembatan Jurang Mayit atau Jurang Klampok yang akan diberi nama dengan Jembatan Pelangi. Sehingga nanti JLS dari Malang tidak ada hambatan hingga sampai perempatan Balekambang,” jelas Abah Sanusi kepada awak media, sore kemarin.

Proyek pembangunan JLS tahap II yang dimulai dari perempatan Balekambang hingga Kedungsalam, yang meliputi wilayah Kabupaten Malang hingga perbatasan Kabupaten Blitar, dalam proses persiapan badan jalan. Kemudian akan di aspal secara bertahap, mulai tahun ini, dan dilanjutkan pada 2022. Pembangunan tahap II ini memiliki lima hingga enam jembatan yang kini sedang proses pembangunan. Harapannya, JLS tersebut dapat mengeksplor destinasi wisata pantai Malang selatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pasalnya, akses menuju Kabupaten Blitar melalui Kabupaten Malang bakal lebih mudah karena adanya JLS.

‘’Kalau pembangunan jembatan Jurang Mayit atau Jurang Klampok ini akan selesai dan diresmikan dan diberi nama Jembatan Pelangi pada pertengahan Mei mendatang. Saran saya agar pagar pembatas dan pengaman ditambah supaya tidak membahayakan para pejalan kaki dan pengendara kendaraan motor. Sedangkan, khusus untuk wisata Paralayang dan Pantai Modangan, aakses masuknya jalan diperbaiki karena beberapa kilometer sudah selesai. Tentunya nanti sarana air bersih juga akan dicukupi. Karena tempat ini, menjadi satu-satunya tempat wisata bernuansa paralayang yang udara dan angin terusan sehingga para atlit atau wisatawan bisa terbang terusan. Bahkan sampai malam hari,” jelas Abah Sanusi.

Bupati juga menambahkan, bahwa sementara ini sudah banyak investor yang melirik dan datang ke Paralayang dan Pantai Modangan. Bahkan, Paralayang Modangan juga ditetapkan Federasi Paralayang Jawa Timur bahwa sebagai lokasi diklatnya atlit Jawa Timur. Paralayang ini dikelola Bumdes sehingga koordinasinya dengan Bumdes, Bupati yang akan mendorong investor yang ingin masuk. Selain itu, Bumdes juga sudah bekerjasama dengan Perhutani terkait kewenangan pengelolaan tempat Paralayang Modangan dan Pantai Modangan, serta pengelolaan sudah berjalan dengan baik. (humas/poy)

Share this Post: