Bupati Tinjau Jembatan Peninggalan Belanda yang Ambrol di Jabung dan Tiga Rest Area di Poncokusumo

JABUNG - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M serta sejumlah Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang menggelar kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Jabung dan Poncokusumo, Sabtu (2/1) pagi. Kunjungan diawali dengan memantau kondisi terakhir Jembatan Jabung peningalan Belanda yang berada di ruas jalan utama Desa Jabung karena ambrol terkikis air. Titik kunjungan berikutnya untuk melihat perkembangan kondisi rest area Jemplang, Gubuglakah dan Wringin Anom sebagai penunjang kepariwisataan di tiga desa yang ada di wilayah Kecamatan Poncokusumo ini.

Setiba di Jabung, Bupati dan rombongan langsung meninjau keberadaan jembatan Jabung lama yang memang sudah tidak dilintasi kendaraan bermotor sejak badan jembatannya mulai ambrol terkikis air. Jembatan ini konon dibangun pada tahun 1939 di masa kolonial Belanda. Kini, arus lalu lintas hanya mengandalkan jembatan baru yang terletak di sebelahnya dan sudah terbangun sejak tahun 2015. Jika sebelumnya, kedua jembatan ini dipergunakan bersama-sama dengan konsep dua jalur.

''Jembatan yang rusak ini bakal dibongkar sekalian dan tebingnya akan diplengseng. Selain itu, badan sungai juga ditertibkan diantaranya tanaman kayu yang ada di tumbuh badan sungai. Karena badan sungai ditanami kayu dan ini tidak boleh terjadi agar arus air lurus tidak merusak bagian pojok plengsengan jembatan. Kalau rusak tidak mungkin dibiarkan terus tentu akan diperbaiki dan akan menggunakan APBD Tahun 2021. Rencananya, pembangunan akan dimulai Maret nanti," jelas Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati saat diwawancarai awak media.

Diakui Bupati, Pemkab Malang kini juga sedang melakukan beberapa perbaikan dan pembangunan jembatan di wilayah Kabupaten Malang. Diantaranya Jembatan Jurang Klampok di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur yang sedianya akhir April akan mulai diresmikan penggunaannya. Kunjungan Abah Sanusi disambut jajaran Muspika Jabung dan masyarakat desa setempat dengan harapan jembatan tua ini juga turut diperbaiki ke depannya. Bupati dan rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke wilayah Poncokusumo dengan diawali rest area Jemplang, rest area Gubuglakah dan rest area Wringinanom. Abah Sanusi sekaligus memastikan bahwa jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari pintu Poncokusumo dalam kondisi bagus dan mulus, sekaligus baru saja selesai diperlebar dan diaspal hotmix.

''Peninjauan ke rest area di Jemplang, dan rest area Gubunglakah, rest area Wringinanom adalah untuk memastikan bahwa setelah memasuki musim hujan, jalan menuju ke Bromo dan Semeru tidak ada hambatan dan masalah. Pada masa depan, kawasan wisata Bromo ini dicanangkan sebagai wisata nasional oleh Pemerintah Pusat maka penunjangnya harus kita buat lebih bagus. Sehingga nanti pengunjung merasa puas, baik dan senang. Untuk parkir bus besar akan diletakkan di Rest Area Wringinanom, Desa Wringin Anom. Kami juga akan tertibkan truk roda enam untuk tidak ikut masuk karena hanya boleh dilewati kendaraan maksimal roda empat. Kalau kendaraan jeep wisata itu sudah ada paguyuban. Semua siap ikut mendukung dan menyambut tamu wisata yang datang," jelas Abah Sanusi kepada media. (humas/poy) 

Share this Post: