Rapat Rutin HIMPAUDI, Guru Berprestasi Tingkat Nasional Beberkan Tips dan Trik

Pemkabmalang,Dispendik - Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2019 Hetti Kurniawati berbagi pengalaman saat mengikuti Ajang Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2019. Ajang inilah yang mengantarkannya menjadi finalis 10 besar Guru PAUD Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2019.

Hetti menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang bergengsi tingkat Nasional ini melalui serangkaian proses seleksi yang ketat mulai dari tingkat kecamatan, Kabupaten dan Provinsi .

"Kami mewakili Kontingen Jawa Timur berangkat ke Ajang Apresiasi tingkat nasional yang dilaksanakan di kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung dengan 17 rekan dari perwakilan lembaga PAUD dan Dikmas Jawa Timur. Saya mewakili pendidik PAUD, sementara peserta yang lain berasal dari Pengelola PAUD, Penilik, Kepala SKB, Tutor Keaksaraan, PKBM, Kursus dan lainnya "katanya di hadapan 57 Pengurus HIMPAUDI Kecamatan Se Kabupaten Malang di Aula Panji Dinas Pendidikan Rabu (07/04).

Pendidik KB Aisyah 4 Kepanjen ini menambahkan ada tiga kegiatan yang harus diikuti di ajang yang digelar rutin setiap tahun ini. Kegiatan-kegiatan itu adalah lomba defile, lomba senam dan lomba membuat karya nyata.

"Hari pertama adalah Lomba defile. Lomba ini adalah pawai yang menampilkan atraksi dan kostum Carnival yang menunjukkan ciri khas masing-masing Provinsi se Indonesia. Waktu itu kontingen Jawa Timur mengangkat budaya dari Kabupaten Ponorogo. Alhamdulilah, kegiatan tersebut mendapatkan sponsor dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo "ungkapnya.

Hetti juga menampilkan dirinya memakai kostum seperti merak, bertabur nuansa hijau dan kuning keemasan. Anggota lainnya tampak mengenakan kostum Warok, Lelana dan Jatilan Ponorogo. Dalam event akbar ini, devile kontingen Jawa Timur mendapat juara 2.

"Jadi guru PAUD itu harus selalu siap dan siaga dalam segala hal, seperti yang dialami Hetti ketika ditunjuk untuk menampilkan maskot Burung Merak dengan beragam asesoris dan perangai yang dilakonkan"ucapnya.

Di hari kedua, Hetti menuturkan, Kontingen Jawa Timur mengikuti lomba senam. Di lomba ini, ketujuh belas anggota dinilai dari berbagai aspek, diantaranya kolaborasi gerakan dan pola lantai untuk membentuk gerakan yang dinamis. Di hari ketiga, seluruh kontingen mengikuti lomba individu sesuai dengan kategori masing-masing untuk mempresentasikan Karya Nyata. Karya Nyata yang biasa dikenal dengan best practice ini merupakan karya yang berisi pengalaman langsung yang bersifat inovatif dan memiliki keunggulan tertentu, dalam hal ini topik karya nyata yaitu strategi pembelajaran untuk menanamkan pendidikan karakter anak didik PAUD.

"Masing-masing anggota diberikan waktu 30 menit untuk penilaian naskah, presentasi dan praktek pembelajaran. Topiknya berbeda disesuaikan dengan jabatan ,"terangnya.

Hetti berharap Kabupaten Malang dapat mengirimkan wakilnya pada Ajang Apresiasi yang digelar rutin setiap tahun ini. Oleh karenanya Hetti memberikan tips dan trik, salah satunya adalah originality.

"Jadi naskah harus asli. Tidak pernah di publish di internet dan bukan dari hasil thesis dan desertasi. Juri sangat peka sekali. Mereka tahu mana naskah asli dan mana yang bukan,"tegasnya.

Kedua, pendidik PAUD harus memiliki talenta utama seperti bernyanyi, menari, dan berpantun (syair). Ketiga, Pendidik PAUD harus benar-benar memahami juknis dari ajang tersebut. Terakhir, Pendidik harus mengambil kearifan lokal atau memunculkan ciri khas daerah sebagai sumber belajar.

Dalam lomba karya nyata ini, Hetti menampilkan permainan bombu. Permainan ini menggunakan bahan dasar bambu karena bahan dasar ini dinilai sangat kuat dan mudah ditemukan dimana-mana.

Hasil yang didapatkan setelah menerapkan permainan Bombu ini adalah dapat memperkuat karakter gotong royong pada anak didik. Selain itu, permainan Bombu juga dapat menstimulasi keenam aspek perkembangan anak mulai dari nilai agama moral, sosial emosional, fisik motorik, kognitif, bahasa dan Seni.

Share this Post: