Berita

Perbanyak Kakao, Donomulyo Bisa Eksis (lagi)

 | dibaca 1947 kali


                Donomulyo (1/2)- Nama besar Donomulyo sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbaik di Jawa Timur di masa lalu, perlahan kini mulai diangkat kembali. Setelah berbagai bantuan disalurkan beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan kembali menggelontor puluhan ribu bibit tanaman bahan baku coklat ini. Bantuan di awal tahun ini terdiri dari ratusan bibit tanaman, berbagai alat dan mesin pertanian (alsinta) serta sarana produksi (saprodi). Seluruh bantuan ini diserahkan oleh Bupati H. Rendra Kresna kepada 13 kelompok tani se-eks wilja Pagak di Balai Desa Tlogosari kemarin siang (31/1). Dukungan ini juga semakin lengkap dengan adanya support dari jajaran DPRD, Bank Jatim dan dinas terkait yang juga turut hadir.

Bantuan bibit tanaman ini terdiri dari tiga komoditi, yang utama adalah kakao sebanyak 55.000 batang, lalu 5.000 batang kopi jenis Arabica dan satu paket tanaman tembakau yang seluruhnya difokuskan untuk Donomulyo. Sementara, alat yang diberikan kepada para kelompok tani ini seperti hand traktor, alat perajang, platiner, blower dan widig. Bupati menaruh harapan yang besar dengan disalurkannya berbagai bantuan ini. Terutama untuk mengembalikan kembali kejayaan kakao Donomulyo yang sempat terhenti setelah era reformasi, tepatnya pada akhir dekade 90-an. Waktu itu, banyak tanaman kakao yang telah berpuluh tahun berproduksi habis dibabat akibat berbagai krisis yang melanda Indonesia.

Bung Rendra mengutarakan, Pemerintah memiliki perhatian terhadap seluruh potensi pertanian. Alasannya tentu adalah Kabupaten Malang merupakan daerah pertanian yang terkemuka di Jawa Timur. Hampir seluruh hasil pertanian dapat ditemukan, mulai dari padi, jagung, sampai sayur sampai beragam buah-buahan. Kekayaan yang besar inilah yang ingin dijadikan bupati sebagai basis pertanian. Nah, di Donomulyo yang memiliki luas 19.259 km persegi ini, potensi lahan yang bisa kembali ditanami kakao cukup besar. Luasnya mencapai 626 hektar. Sedangkan tanaman lainnya yang juga berpotensi adalah tembakau, buah naga dan kopi. Sampai saat ini, lahan tembakao di kecamatan dengan 10 desa ini sudah seluas 300 hektar. Kopi, yang juga banyak di usahakan oleh warga memiliki lahan seluas 49 hektar. Kemudian buah naga yang satu-satunya hanya banyak dihasilkan dari Donomulyo, sekarang lahannya sudah mencapai 9 hektar.

               “Berbagai bantuan ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Gapoktan juga harus mampu meningkatkan kemampuannya,” tukas bupati yang didampingi langsung oleh Ketua DPRD Drs. Hari Sasongko. “Majunya Kabupaten Malang salah satunya adalah dari pertanian,” imbuhnya. Disamping itu, bupati ke-19 ini juga mengingatkan akan pentingnya ketahanan pangan yang akhir-akhir ini mulai menjadi kecemasan global akibat berkurangnya produk pertanian. Bupati meminta, tanaman kakao nantinya ditanam di lahan-lahan terbuka. Sehingga lahan-lahan terbuka ke depan tidak ditanami oleh tanaman lainnya seperti polowijo.

Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Ketua DPRD. Menurut politisi asal Tajinan ini, permasalahan kakao di Kabupaten Malang mulai muncul sejak akhir tahun 1990-an. “Kakao kita sebelumnya sudah dikenal terutama dinegara-negara eropa,” katanya. “Untuk itu, usaha-usaha meningkatkan jumlah maupun kualitas kakao perlu ditingkatkan. Sehingga nantinya akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah pria berkacamata ini.

               Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ir. Purwanto, MM menjelaskan ratusan ribu bantuan ini akan diikuti dengan pendampingan selama pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktifitas kakao serta tanaman lainnya. Ditambahkan oleh Madan, SP, salah seorang mantri pertanian Kecamatan Donomulyo, saat ini kakao yang telah dipanen dibeli oleh pengusaha asal Blitar yakni Bapak Kholik. Varietas kakao yang ditanam di Donomulyo ini seluruhnya berasal dari Jember. ”Biasanya, kakao kering diambil pengusaha besar ini Rp. 16.000 per kilogram. Sedangkan rata-rata dari satu hektar lahan, warga bisa mendapatkan 6-7 kwintal,” ungkapnya. Pemanenannya dilakukan selama satu minggu sekali setelah tanaman mulai berproduksi. Kholik sendiri, menurut Madan, akan mengeksport kakao ke Amerika, China, Thailand, Jepang atau Belanda dengan harga Rp. 21.000 per kilogram.

               Namun, gapoktan maupun para petani di Donomulyo saat ini masih mengalami beberapa untuk mengembangkan kakao. Seperti minimnya permodalan. ”Petani atau gapoktan sebenarnya ingin membeli sendiri kakao lalu diekspor langsung, tapi mereka belum memiliki cukup banyak permodalan,” kata Madan yang sudah lima tahun ini mendampingi warga Donomulyo. Komoditi buah naga juga cukup minded ditempat ini, beberapa lahan ada yang mampu menghasilkan 200-300 juta per hektar, bahkan ada yang bisa 3-5 milyar tergantung model pemeliharaannya.

Beberapa warga desa juga sempat mengemukakan segala persoalan serta kendala selama ini langsung ke bupati. Seperti permasalahan jalan yang kurang baik yang menjadikan akses antar wilayah menjadi terhambat. Uneg-uneg ini seperti dikatakan Imam Sukemi. Menaggapi hal ini, bupati mengatakan agar Dinas Bina Marga segera menindaklanjuti. Apabila memang sudah masuk daftar perbaikan tahun ini, maka akan mengikuti jadwal. Namun jika belum, akan ada upaya kemitraan dimana pemerintah akan memberikan bantuan aspal. Sedangkan masyarakat bisa membantu saat proses pengaspalan atau penyemiran.

Selain itu, beberapa warga contohnya Joko Mulyono, Suyitno dan Sunardi mengemukakan untuk mengawal banyaknya bantuan serta program, ke depan mereka berharap ada pendampingan serta pelatihan tambahan untuk menambah pengetahuan. Bung Rendra meminta dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk terus mengawal program-program yang ada serta menambah pelatihan dan inovasi-inovasi. Kemudian, solusi untuk permodalan, bupati menambahkan agar lebih baik warga atau gapoktan bisa menghubungi Bank Jatim untuk peminjaman melalui KUR dan KKPE yang memiliki bunga rendah (5 % pertahun) dan tanpa agunan.

Setelah bertatap muka langsung dengan warga, Bupati beserta Ketua DPRD, Kepala Distanbun, pihak Bank Jatim, serta dinas terkait seperti Disperindag dan Pasar, Dinkop dan UMKM serta Dinas Pengairan melakukan penanaman kakao secara simbolis di lahan kosong yang berada di belakang balai desa. Kegiatan ini sekaligus juga menandai dimulainya penanaman secara serentak kakao di wilayah lainnya di Donomulyo. (Humas/gal)

 




Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024