Berita

Kab. Malang jadi obyek penelitian Harvard Kennedy School

 | dibaca 1237 kali


Malang, (28/3) Jika beberapa saat lalu, Bupati Malang, H. Rendra Kresna berkesempatan untuk mengikuti kuliah singkat di Harvard University. Kali ini kesempatan yang sama juga datang pada Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjadi salah satu obyek penelitian Harvard Kennedy School utamanya di bidang perekonomian.
Sebelum melakukan dialog tentang  dinamika pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang dengan beberapa kepala SKPD yang berlangsung di gedung Bappeda Kabupaten Malang. Perwakilan dari Harvard Kennedy School, Prof. Malcom MC Pherson menemui Bupati Malang, pagi ini Rabu (28/3) di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Menurut Malcom, Perkembangan perekonomian Indonesia, dinilai sudah tumbuh dengan baik. Namun apa salahnya jika ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Karena pertumbuhan yang ada dinilai masih berkutat pada perkembangan dalam negeri dan belum mampu bersaing secara global. “Yang berkembang adalah ekonomi di dalam negeri saja seperti industri jasa dan manufaktur dan tidak terkait dengan ekonomi dunia. Tanpa mengekspor pun perekonomian Indonesia bisa dikatakan sudah jalan, karena ada kelas menengah yang bisa mengkonsumsi dan membeli produk-produk dalam negeri. Bisa dikatakan perekonomian Indonesia seperti katak dalam tempurung. Padahal kita butuh dengan ekonomi dunia. Tidak akan maju jika tidak berhubungan dengan ekonomi dunia.”
Lebih lanjut, Malcom menjelaskan, tujuan penelitan ini  adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia sendiri dinilai tumbuh dengan baik, dan tidak jelek. Lebih baik dari tetengga-tetangga kita. “Kita cuma kalah dengan India dan China. Tapi itu saja tidak cukup, maka dari itu hasil penelitian ini di harapkan bisa menjadi rekomendasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dimana tidak segelintir golongan saja yang bisa diuntungkan dalam ekonomi ini. Memang tidak serta merta 100 %, namun setidaknya 80 s/d 90 % penduduk dapat diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi ini. Untuk itu ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu:  ekonomi kita harus terkait dengan ekonomi global, kedua biaya-biaya ekonomi yang rendah, jadi kalau mau bikin usaha biar cepat. Tidak ada KKN dalam birokrasi ekonomi, ketiga adanya perubahan dalam nilai tukar, sehingga bisa meningkatkan industri manufaktur dan pertanian,” jelasnya.
Macom juga sempat bercerita tentang pertemuannya dengan Wakil Menteri pertanian, Bayu Krisna Mukti  tentang apa sih persoalan-persoalan pertanian di Indonesia. Memang belum bisa dijawab dengan tepat. Namun dari pembicaraan tersebut di dapatkan ada tiga hambatan kenapa pertanian kita tidak berkembang. Yang pertama, tidak adanya penelitian, kalaupun ada sangat terbatas. Yang kedua tentang infrastruktur. Masalahnya petani kita bisa menghasilkan produk, namun karena tidak ada angkutan. Produk-produk tersebut sudah rusak sebelum sampai di pasar. Begitu pula dengan nelayan. Nelayan bisa melaut dan mendapatkan ikan, namun karena tidak ada coolstorege, ikan-ikan tersebut sudah rusak sebelum sampai di pasar. Yang ketiga adalah  tentang policy perdagangan. Pemerintah demikian mudah mengimpor produk-produk pertanian yang sebenarnya bisa dihasilkan disini. (Humas/ind)
 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024